Rabu, 29 Juli 2015

PRAKTIKUM REKAYASA KENDALI 1 - RANGKAIAN SEKUENSIAL DASAR 2 (COUNTER)

Kali ini, saya akan share praktikum lain yang ada di POLITEKNIK ELEKTRONIKA NEGERI SURABAYA prodi D4 TEKNIK MEKATRONIKA. Pada praktikum REKAYASA KENDALI 1 berjudul RANGKAIAN SEKUENSIAL DASAR 2 (TIMER DELAY RELAY).
Adapun tujuan dari percobaan ini adalah :
Memahami konsep dan cara kerja dari sebuah counter

Pendahuluan:
Counter merupakan sebuah tool yang banyak digunakan dalam sistem elektronika yang berbasis sekuensial. Secara bahasa, counter dapat diartikan sebagai pencacah atau penghitung, dimana proses penghitungan dipengaruhi oleh clock. Clock adalah suatu input trigger berupa pulsa atau impuls yang berasal dari luar lingkup sistem (eksternal), bisa dari push button ataupun dari output sebuah sensor.


Alat dan Bahan :
  1. Modul Trainer PLC Sekuensial Dasar Teknik Mekatronika
  2. Kabel Penghubung secukupnya
  3. Power Supply
11080031_10202988983720237_1654740415_n
Gambar 1.1 Modul Trainer PLC Sekuensial Dasar

Gambar Rangkaian:

  1. Rangkaian 1
  2. Rangkaian 2
  3. Rangkaian 3
  4. Rangkaian 4

Hasil Percobaan:
Hasil percobaan dari rangkaian diatas dapat dilihat pada video dibawah ini.

Rangkaian 1



Rangkaian 2




Rangkaian 3


Rangkaian 4



Analisa
Rangkaian pertama bertujuan untuk menyalakan lampu setelah Counter menghitung 4x. Pada rangkaian ini terdapat Push Button 1 yang dihubungkan ke coil dari Counter 1, dan kontaktornya dihubungkan ke lampu secara normally open. Counter diset untuk menghitung sebanyak 4 kali, dimana input triggernya diambil dari push button 1. Lampu baru akan menyala setelah push button ditekan sebanyak 4 kali.
Rangkaian kedua bertujuan untuk menyalakan Lampu dengan menggunakan 2 buah counter (counter 1 di set 4x dan counter 2 di set 3x). Rangkaian ini terdiri dari Push Button 1 yang dihubungkan dengan coil dari counter 1 dan Push Botton 2 yang dihubungkan dengan coil dari counter 2. Lalu kontaktor dari counter 1 (Normally Open) terhubung dengan kontaktor dari counter 2 (Normally Open) dan selanjutnya terhubung dengan lampu. Counter 1 disetting sebanyak 4x dan counter 2 sebanyak 3x. Hasilnya counter 1 dan counter 2 akan mengalirkan tegangan ke lampu setelah 4x hitungan counter 1 (menekan Push Button) dan 3x hitungan counter 2 yang menyebabkan lampu akan menyala. Lampu akan menyala jika kedua hitungan pada setiap counter terpenuhi.
Rangkaian ketiga bertujuan untuk menyalakan Lampu dengan 2 buah Counter (Counter 1 di set 4x dan Counter 2 di set 2x) serta diberikan reset pada setiap Counter. Rangkaian ini berisi Push Botton 1 yang terhubung dengan Coil Counter 1 dan Push Botton 2 yang berfungsi Reset pada Counter 1. Untuk Push Botton 3 yang terhubung dengan Coil Counter 2 dan Push Botton 4 berfungsi Reset pada Counter 2. Sedangkan Contact Counter 1 (Normally Open) terhubung dengan Contact Counter 2 (Normally Closed) dan selanjutnya terhubung dengan lampu. Dengan men-set Counter 1 sebanyak 4x maka menyebabkan Lampu akan menyala karena Contact Counter 1 menjadi Normally Closed dan Contact Counter 2 tetap Normally Closed yang menyebabkan mengalirkan tegangan ke Lampu (Lampu Menyala). Tetapi jika Counter 2 sebanyak 2x maka menyebabkan Lampu akan mati karena Contact Counter 1 tetap Normally Closed dan Contact Counter 2 tetap Normally Open yang menyebabkan memutus tegangan ke Lampu (Lampu Mati). Reset dipasang untuk mereset Hitungan pada setiap Counter.
Rangkaian keempat bertujuan untuk menyalakan Lampu setelah 20x hitungan dengan menekan 1x Push Button saja. Rangkaian ini berisi Push Botton 1 yang diparalelkan dengan Contact Relai 1 (Self Conservative) lalu dihubungkan Push Botton 2 (Normally Closed) yang terhubung dengan Coil Relai 1, pada bagian ini disebut (Self Conservative) . Selanjutnya Contact Relai 1 dihubungkan dengan Contact Timer 2 (Normally Closed) lalu dihubungkan dengan Lampu Indikator Flip-flop, Coil Timer (Di set 500ms) dan Coil Counter 1 (Di set 20x hitungan) yang dipasang paralel. Lalu Contact Timer 1 dihubungkan Coil Timer 2 (Sebagai Flip-flop) . Dan Contact Counter dihubungkan pada Lampu. Setelah menekan PB1 maka rangkaian self conservative bekerja yang menyebabkan Relai sebagai common atau pengganti PB1 dan membuat Rangkaian Flip-flop aktif, di waktu bersamaan Counter akan menghitung setiap Lampu Indikator Flip-flop menyala dan setelah 20x hitungan dari Flip-flop maka Lampu akan menyala.
 
Kesimpulan:
Counter merupakan salah satu fitur yang digunakan untuk melakukan perhitungan berdasarkan clock yang diinputkan ke coil dari counter tersebut. Clock bisa berasal dari trigger dengan push button ataupun output dari sensor.

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar