Kali ini, saya akan share praktikum lain yang ada di POLITEKNIK ELEKTRONIKA NEGERI SURABAYA prodi D4 TEKNIK MEKATRONIKA. Pada praktikum REKAYASA KENDALI 1 berjudul RANGKAIAN SEKUENSIAL DASAR 2 (TIMER DELAY RELAY).
Adapun tujuan dari percobaan ini adalah :
Adapun tujuan dari percobaan ini adalah :
Memahami konsep dan cara kerja dari sebuah counter
Pendahuluan:
Counter merupakan sebuah tool
yang banyak digunakan dalam sistem elektronika yang berbasis sekuensial.
Secara bahasa, counter dapat diartikan sebagai pencacah atau
penghitung, dimana proses penghitungan dipengaruhi oleh clock. Clock adalah suatu input trigger berupa pulsa atau impuls yang berasal dari luar lingkup sistem (eksternal), bisa dari push button ataupun dari output sebuah sensor.
Alat dan Bahan :
- Modul Trainer PLC Sekuensial Dasar Teknik Mekatronika
- Kabel Penghubung secukupnya
- Power Supply
![]() |
| Gambar 1.1 Modul Trainer PLC Sekuensial Dasar |
Gambar Rangkaian:
- Rangkaian 1
- Rangkaian 2
- Rangkaian 3
- Rangkaian 4
Hasil Percobaan:
Hasil percobaan dari rangkaian diatas dapat dilihat pada video dibawah ini.
Rangkaian 1
Rangkaian 2
Rangkaian 3
Rangkaian 4
Analisa
Rangkaian pertama bertujuan untuk menyalakan lampu setelah Counter menghitung 4x. Pada rangkaian ini terdapat Push Button 1 yang dihubungkan ke coil dari Counter 1, dan kontaktornya dihubungkan ke lampu secara normally open. Counter diset untuk menghitung sebanyak 4 kali, dimana input triggernya diambil dari push button 1. Lampu baru akan menyala setelah push button ditekan sebanyak 4 kali.
Rangkaian pertama bertujuan untuk menyalakan lampu setelah Counter menghitung 4x. Pada rangkaian ini terdapat Push Button 1 yang dihubungkan ke coil dari Counter 1, dan kontaktornya dihubungkan ke lampu secara normally open. Counter diset untuk menghitung sebanyak 4 kali, dimana input triggernya diambil dari push button 1. Lampu baru akan menyala setelah push button ditekan sebanyak 4 kali.
Rangkaian kedua
bertujuan untuk menyalakan Lampu dengan menggunakan 2 buah counter
(counter 1 di set 4x dan counter 2 di set 3x). Rangkaian ini terdiri
dari Push Button 1 yang dihubungkan dengan coil dari counter 1 dan Push
Botton 2 yang dihubungkan dengan coil dari counter 2. Lalu kontaktor
dari counter 1 (Normally Open) terhubung dengan kontaktor dari counter 2
(Normally Open) dan selanjutnya terhubung dengan lampu. Counter 1
disetting sebanyak 4x dan counter 2 sebanyak 3x. Hasilnya counter 1 dan
counter 2 akan mengalirkan tegangan ke lampu setelah 4x hitungan counter
1 (menekan Push Button) dan 3x hitungan counter 2 yang menyebabkan
lampu akan menyala. Lampu akan menyala jika kedua hitungan pada setiap
counter terpenuhi.
Rangkaian ketiga
bertujuan untuk menyalakan Lampu dengan 2 buah Counter (Counter 1 di set
4x dan Counter 2 di set 2x) serta diberikan reset pada setiap
Counter. Rangkaian ini berisi Push Botton 1 yang terhubung dengan Coil
Counter 1 dan Push Botton 2 yang berfungsi Reset pada Counter 1. Untuk
Push Botton 3 yang terhubung dengan Coil Counter 2 dan Push Botton 4
berfungsi Reset pada Counter 2. Sedangkan Contact Counter 1 (Normally
Open) terhubung dengan Contact Counter 2 (Normally Closed) dan
selanjutnya terhubung dengan lampu. Dengan men-set Counter 1 sebanyak 4x
maka menyebabkan Lampu akan menyala karena Contact Counter 1 menjadi
Normally Closed dan Contact Counter 2 tetap Normally Closed yang
menyebabkan mengalirkan tegangan ke Lampu (Lampu Menyala). Tetapi jika
Counter 2 sebanyak 2x maka menyebabkan Lampu akan mati karena Contact
Counter 1 tetap Normally Closed dan Contact Counter 2 tetap Normally
Open yang menyebabkan memutus tegangan ke Lampu (Lampu Mati). Reset
dipasang untuk mereset Hitungan pada setiap Counter.
Rangkaian keempat
bertujuan untuk menyalakan Lampu setelah 20x hitungan dengan menekan 1x
Push Button saja. Rangkaian ini berisi Push Botton 1 yang diparalelkan
dengan Contact Relai 1 (Self Conservative) lalu dihubungkan Push Botton 2
(Normally Closed) yang terhubung dengan Coil Relai 1, pada bagian ini
disebut (Self Conservative) . Selanjutnya Contact Relai 1 dihubungkan
dengan Contact Timer 2 (Normally Closed) lalu dihubungkan dengan Lampu
Indikator Flip-flop, Coil Timer (Di set 500ms) dan Coil Counter 1 (Di
set 20x hitungan) yang dipasang paralel. Lalu Contact Timer 1
dihubungkan Coil Timer 2 (Sebagai Flip-flop) . Dan Contact Counter
dihubungkan pada Lampu. Setelah menekan PB1 maka rangkaian self
conservative bekerja yang menyebabkan Relai sebagai common atau
pengganti PB1 dan membuat Rangkaian Flip-flop aktif, di waktu bersamaan
Counter akan menghitung setiap Lampu Indikator Flip-flop menyala dan
setelah 20x hitungan dari Flip-flop maka Lampu akan menyala.
Kesimpulan:
Counter merupakan salah satu fitur yang digunakan untuk melakukan
perhitungan berdasarkan clock yang diinputkan ke coil dari counter
tersebut. Clock bisa berasal dari trigger dengan push button ataupun
output dari sensor.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar